Selasa, 30 Juni 2009

SURPRISED _game_

Guys.....u must try this.

Tapi kalian bener2 jangan ngeliat jawabannya dibawah ya...

Loe ikutin aja instruksi2nya, dijamin deh bakal kaget loe liat hasilnya, gue aja masih terheran2 dan geleng2 kepala......

Tapi mikirnya jangan lama2, apa yang ada di hati loe aja tapi bukan berarti asal2an loooohh.....enjoy....
Psikotest ini diambil dari email internet, diterjemahkan oleh orang tersebut dari bahasa asalnya Japanese. Loe akan menemukan hasil yang sangat mengejutkan. Orang yang mengirimkan game ini, konon sesudah membaca mail ini, harapannya dapat terkabul. Pasti Loe semua akan terkejut melihat hasilnya.!!!
Cuma janji dulu,

JANGAN MEMBACA JAWABAN DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU. ISI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA. BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU PARAGRAF.
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.
Waktu memilih nama, anda harus memilih orang yang anda kenal.

Jangan terlalu banyak mikir, tulislah apa yang ada di kepala anda.
INGAT : Maju satu paragraf per paragraf.
Kalau anda membaca kelanjutannya, Permohonan anda tidak akan terkabul.


1.Pertama-tama tulis angka 1 sampai sebelas di kertas anda secara vertikal (atas ke bawah)
2.Tulis angka yang paling kamu senang (antara1-11) disebelah angka No.1 dan 2

3.Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang kamu kenal, masing-masing di No.3 dan No.7
4.Tulis 3 nama orang yang kamu knl di No.4, 5,dan 6. Disini kamu boleh menulis nama orang di keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK. Cuma harus yang kamu kenal
5.Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama judul lagu yang berbeda-beda
6.Terakhir, tulis kamu punya permohonan.(Kamu minta permohonan)

NAH......... dibawah ini ada jawaban dari psikotest-nya mudah-mudahan cocok jawabannya.

1.Anda harus memberitahu ke orang yang anda tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
2.Orang yang anda tulis di No.3 adalah orang yang kamu cintai.
3.Orang yang anda tulis di No.7 adalah orang yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah tangan.
4.Orang yang anda tulis di No.4 adalah orang yang anda rasa paling penting bagi anda.
5.Orang yang anda tulis di No.5 adalah orang yang paling mengerti tentang anda.
6.Orang yang anda tulis di No. 6 adalah orang yang membawa keberuntungan pada anda.
7.Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah lagu yang ditujukan untuk orang No.3
8.Lagu yang anda tulis di no.9 adalah lagu yang ditujukan untuk orangNo.7

9.Lagu yang anda tulis di no.10 adalah lagu yang melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.Terakhir, lagu yang anda tulis di No.11 adalah lagu yang melukiskan hidup anda.


BAGAIMANA APAKAH CUKUP JITU ??????


my OWN tears

Pernah terlintas untuk melepas semuanya.
Kehidupanku, Prinsipku, Citaku, Anganku, hanya untuk melihat takkan ada lagi air mata yang akan mengalir dari wajah orang-orang didekatku.
Aku bahagia dalam tangisku akan kemalangan yang terjadi dalam hidupku, asalkan semua orang yang berada didekatku dapat hapuskan duka dan air mata dalam hidupnya.
Namun, aku sungguh merasa mati saat tak lagi orang membutuhkan diriku untuk dapat berguna bagi orang lain lagi.
Aku benci dikasihi terlebih dikasihani, karena akan membuat diriku merasa lemah dan akan hanya merasa tak berguna hingga hanya terus dapat meneteskan air mata yang dalam kenyataannya adalah hal yang aku paling benci dapati ’itu’ di dekatku.
Baru saja aku merasakan segala bahagia itu dalam hidupku, aku jatuh sakit berulang kali karenanya, namun aku justru BANGGA!

Aku akan melakukan apapun, menyerahkan apa yang aku miliki kepada setiap orang yang membutuhkan.
Dan aku PASTI akan merasa sangat bangga.
AKU SUNGGUH BENCI, dikasihi terlebih dikasihani.
Hidupku bukan untuk bahagia atas kehidupan pribadi.
Sudah cukup aku dapatkan banyak pelajaran, yang sungguh membuat diriku terpuruk karena merasa tak berarti bagi siapapun.
Hidupku untuk dunia, bukan duniaku!!

Aku tau mereka juga menyayangi diriku, hingga membuat perlindungan sebegitu tebalnya untukku.
Namun aku sungguh sedih mendapatinya.
Kuanggap mereka telah kehilangan kepercayaan akan kemampuanku untuk dapat menyelesaikan sesuatu.
Aku sungguh merasa tak berguna.
Tak ada yang pernah berhasil dalam hidupku, maksudnya BENAR-BENAR berhasil.
Banyak orang bilang aku MAMPU melakukan semua hal yang aku sendiri menyangkalnya bahwa aku memiliki kemampuan tersebut.
Namun aku terus menyangkali ’pemberian’ dari Tuhan tersebut.

Sungguh sedih rasanya, saat orang-orang,
yang sungguh kurasa BERKAH ada di dekat mereka.
Justru mereka hanya melihatmu dari sudut kemalangan.
Mungkin salahku juga, terlalu membuka diri kepada orang lain.
Hingga orang lain mengetahui luka yang kumiliki dalam hidup ini.
Aku sungguh terluka akan kemalangan yang kualami bahkan sejak usia yang sangat belia, dimana aku terpaksa harus benar-benar menjalani hidup mandiri.
Yang mungkin kala itu belum sanggup atau memang tak seharusnya anak seusaiaku memikul beban itu, SENDIRI!
Namun, aku TETAP DISINI, HIDUP dan BAHAGIA.
Dengan caraku tentunya...

AKU, DIRIKU, atau CITAKU

Beberapa minggu berlalu…

Dari surprise yang Allah berikan kepadaku.


Seorang teman, yang tak pernah menjadi sahabatku di masa lalu, terkapar di RS.

Seorang teman yang kubenci seumur masa remajaku.

Seorang teman yang sungguh kubenci,

hingga suatu waktu kusadari sungguh malang dirinya.

Seorang teman yang sungguh kubenci,

namun saat kulihat dirinya terkapar tak berdaya sungguh kurasa perih.

Seorang teman yang sungguh kubenci,

hingga saat ’momment penting’ kami kupinta Allah berikan separuh deritaanya padaku.


Hingga segala tanggung jawab dalam hidup, kusadari harus kutuntaskan.

Dari tanggung jawab pendidikanku, hingga pengabdianku ke keluarga dan masyarakat.

Dan beberapa saat yang lalu, aku tersadar.

Aku harus teteap memilih HAL apa yang harus aku fokuskan dala hidupku.

HAL apa yang harus SUNGGUH-SUNGGUH aku prioritaskan dalam hidup.

HAL yang menjadi tanggung jawab terbesarku dalm hidup.

HAL yang menjadi nyawa dan hasratku dalam hidup ini.

HAL yang sungguh belum (mungkin tidak ingin) aku temukan apakah itu.


Let me see,…

Penddidkanku, apakah aku telah benar-benar mendedikasikan diriku untuk menuntut ilmu???

Keluarga, sudahkah aku menjadi anak, kakak, atau saudara yang baik dalam keluarga dengan semua HAK & yang terutama KEWAJIBANKU???

Senin, 22 Juni 2009

Tamasya Bersama, COME JOIN US!! ^_^v Share


JOIN US, to vacation together.

Musim libur sekolah, ngapain ya enaknya? Bagi yang masih sekolah, maupun yang kerja mau ajak adik atau keponakan bahkan anaknya bertamasya. Seru ga sih, kalo kita tamasya bareng???
Minggu, 28 Juni 2009. Tamasya bersama KITA (please visit http://pendidikanuntuksemua.wordpress.com) & SABANA (please visit http://kebuntebu.multiply.com), ke Kebun Binatang Ragunan.

"Yah, hanya kebun binatang, enggak asyik!!"
"Hahahaha, ngapain kesana, nengokin uwak???"

Banyak pendapat yang enggak nyenengin tentang ZOO a.k.a Kebun Binatang,
tapi kalau melewati hari dengan bertamasya disana bersama adik-adik yang (bahkan) untuk sekedar bertamasya, hanya dapat bermain di wilayah sekitar tempat tinggal mereka. Dimana lingkungan tersebut, sangat tidak memenuhi syarat untuk wilayah hunian, hunian padat bahkan.

Terkadang diantara kita, dengan royalnya dan tanpa perhitungan panjang, mengeluarkan sejumlah biaya yang besar demi mendapatkan kenyamanan dan keceriaan dalam liburan kita.
Pernahkah membayangkan, orang-orang yang hanya memikirkan hal tersebutpun tidak sempat, bukan mereka tidak ingin Lho,...

Namun mereka lebih sibuk berfikir,
'bagaimana caranya besok saya masih dapat bertahan hidup. bagaimana caranya saya masih dapat tidur dengan lelap walau pengap di suatu ruang mungil yang dibangun dari beberapa lembar papan bahkan kardus sekalipun, yang biasa disebut rumah. bagaimana caranya anak, saudara, atau bahkan teman saya dapat menimba ilmu tanpa harus memusingkan betapa mahal biayanya'.

So, walau hanya berbagi tawa dengan mereka. Tidakkah SAHABAT bangga telah berbuat satu hal positif dengan melakukan hal sepele tapi berdampak besar bagi orang lain?? Dengan hanya berbagi tawa, kenangan tersebut akan tertanam seumur hidup dan pebuh syukur oleh adik-adik, sahabat, saduara KITA yang belum tentu memiliki keberuntungan dalam hidup seperti yang KITA miliki,...

INGAT!!
Minggu, 28 Juni 2009.
Kumpul jam 10 pagi di depan pintu masuk Kebun Binatang RAGUNAN, Utara II (dekat shelter Trans Jakarta Busway)

Bagi yang berminat turut serta, dapat konfirmasi ke:
Anata Mc Auliffe di 08568406343 atau 021. 92717282

Selasa, 28 April 2009

My Own Diary

Kamis, 7 April 2009
22:36 WIB

Hari terakhir kuliah di minggu ini, masuk 2 hari, sisanya libur. Minggu lalu, masuk 2 hari sisanya meliburkan diri.
Sungguh waktu terasa singkat…

Jakarta, Salatiga, Solo, Jakarta, Lampung, Jakarta…
Huff sungguh melelahkan, namun tak apa.
Dengan begini otakku tak terasa membeku, membeku oleh peluh dan perih.
Banyak yang dipertaruhkan untuk aku dapat menjalani aktivitasku belakangan ini.
Kuliah sedikit terbengkalai, padahal masih diawal semester.
Kepengurusan komunitaspun sama sekali tak tersentuh.

Kini, tak lagi hatiku terbagi untuk dua HAL,
Namun banyak hal, dan itu sama sekali bukan merupakan sesuatu yang sia-sia.
Ok, sekarang kita review kegiatanku belakangan ini.

16 Maret 2009
Saat Fajar menyingsing, roda mobil kami terhenti pada kota mungil, Salatiga, Semarang. Hingga salamku menggema pada sebuah rumah asri, yang sungguh sederhana. Kediaman Bulik Wati dan Paklik Purwanto. Hawa dingin meresap hingga ke pori-pori kulitku, dinginnya AC mobil yang membelenggu kami sepanjang malam, sepanjang perjalanan, terkalahkan oleh suhu udara ciptaan Sang KHALIK.

Tak banyak yang kulakukan saat itu, selain aktivitas pagi hari semisal sarapan, dll. Sesaat setelah berbenah diri, aku mencoba mengabari orang-orang yang menurutku PENTING untuk dikabari tentang keberadaanku disana. Bahwa kami besrta rombongan telah sampai ditempat tujuan tanpa kekurangan suatu apapun. Suasana hatiku tak begitu riang kala itu, namun aku tetap terus, terus, dan terus mencari ‘sesuatu’ agar keriangan dapat menyapaku pada hari indah itu. Hari dimana, Allah masih dapat mengabulkan doaku untuk dapat memiliki kesempatan berkumpul dengan Bibi, Paman dan saudara sepupu.

Sore harinya aku berencana langsung menghampiri istana mungil nenekku, dikota yang sama namun di desa yang berbeda. Namun karena tak ada yang dapat mengantarku kesana, akhirnya niatan itu kami tunda hingga keesokan paginya. Malam dingin itu, tak lagi terasa dingin, karena hatiku yang telah membiru, membeku karena perih yang timbul dari luka parah dalam batinku. Seluruh emosi kutumpahkan (seperti biasa) dalam tulisan, untungnya aku membawa teman yang pendiam, tak hidup namun ia menjadi sosok yang sungguh dapat diandalkan. Air mata berusaha menyentuh papan keyboardnya, namun tak kuizinkan. Tangisku pecah dalam batin, air mataku bercucuran dalam sunyi. BODOHNYA aku telah kehilangan separuh hati yang kuberikan tulus kepada seseorang yang bisa dibilang sangat jahat. Walau aku tetap dapat memaafkannya dengan tulus.


17 Maret 2009
Sungguh hari yang melelakhkan kulewati beberapa waktu kebelakang. Hingga dalam malamku, tak lagi tidur pulas dapat menjadi agenda. Duniaku terbalik sejak beberapa waktu. Malam menjadi pagi, pagi menjadi malam. Jam tidurku telah berlangsung tidak normal sejak beberap waktu. Menjelang fajar menyingsing, aku baru dapat terlelap. Dan ketika banyak orang memulai aktivitasnya, aku masih terlelap. Kupaksa untuk bangun pagi itu, dengan semangat menggebu ingin bertemu nenek yang sangat kurindu.

Lewat dari jam 10.00 WIB aku mulai perjalanan menuju desa Banjaran cengklik, desa dimana kedua orng tua dari ayahku menetap untuk menghabiskan masa tuanya. Dimana bertengger rumah mungil disatu petak tanah yang dikelilingi tanaman obat maupun bunga-bunga bermekaran dengan lebatnya mengelilingi bangunan mungil berupa gubuk, yang tak pernah bosan aku berada disana. Disana bisa dibilang stabil, saatnya sang fajar berpijar sungguh benderang alam semesta, kala rembulan tersenyum sungguh indah cahayanya membawa nuansa dingin yang sejuk, walau terkadang agak menusuk. Setibanya disana, aku melihat suatu nuansa baru.

Rumah bata, gubuk reot yang nyaman kini berubah bentuk menjadi rumah bata dengan tembok-tembok yang dingin, namun tak menghilangkan nuansa sederhana dari bangunan yang menopang kehidupan kakek dan nenek tercinta. Istana mungilku kini terasa agak lengang, sunyi terasa. Ternyata memang tak ada penghuninya, hehehe ^^v mbah uti biasa kupanggil ibunda dari ayahku itu. Salam menggema di desa asri itu. Sepanjang jalan, sungguh jarang aku melihat kaum adam melakukan aktivitas disekeliling desa tersebut. Koknon ceritnya, para kaum adam, tua maupun muda banyak yang keluar desa bahkan pulau untuk mengadu nasib disana.

Dari ruang lingkup yang dekat saja misalnya, paman dan kakak-kakak sepupuku yang laki-laki, tak pernah dapat kutemui bila sejang berkunjung kesana. Karena saat aku liburan semester, mereka masih banyak tanggung jawab pekerjaan diperantauannya masing-masing. Saat mereka dapat pulang (saat Hari Raya), aku tak pernah dapat berkunjung kesana, karena saat Hari Raya aku merayakannya dengan keluarga inti, Ayah, Bunda dan adik-adik di Jakarta. Dan karena kemajemukan etnis kebudayaan yang mengalir dalam darahku, ayah & bunda sepakat untuk merayakan Hari Raya di tempat dimana kami tinggal, yah… di Jakarta. Cukup adil, jadi tidak mudik ke Lampung, Palembang, atau Semarang, ataupun ke Lamongan… can u imagine? Sungguh majemuk kan??? Hehehehe ^^v

Sesampainya disana, aku sungguh merasakan kesenyapan yang sungguh damai. Ternyata mbah uti memang sedang tidak berada dirumah, sayup-sayup kami dengar ada suara ceramah dari pak Haji sekitar situ, yang ternyata sedang diadakan pengajian disana. Saat aku berusaha mencari sosok nenek tercinta dari sela-sela agar masjid, paklik Pur memanggil. Ternyata pintu belakang tidak terkunci dan beliau dapat membuka pintu ruang tamu. Tak lama setelah aku selesai menata barang-barang bawaanku, terdengan salam dari suara mungil namun dapat menggelegarkan hati dan telingaku. Dengan langkahnya yang gontai mbah uti memasuki pintu utama. Sesaat itu pula kumenghampirinya. Dalam sekejap pula aku telah berada dalam dekap hangat peluknya.